khasiat madu hutan

 

Madu telah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit ringan maupun berat. Berikut khasiat dan manfaat tersebut berdasarkan hasil penelitian para ahli. 
1. MENYEMBUHKAN LUKA DAN MENGHILANGKAN RASA SAKIT
Efem (1993), telah meneliti kemampuan madu sebagai penyembuh luka akibat gangrene, dan luka akibat diabetes mellitus pada pasien di Afrika. Madu diberikan secara topika sebanyak 15-30 ml sekali dalam satu hari. Luka gangrene dan luka diabetic sembuh dan membaik diikuti dengan tidak ditemukannya bakteri-bakteri yang sebelumnya ada di sekitar luka, sepert P. pyocyenea, E.coli, S.aureus,P. mirabilis, coliform. Klebsiella, Sterptococcus faecalis, dan Streptococcus pyogenes.
2. MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER
Salah satu ramuan terkenal yang digunakan untuk mengobati kanker adalah Kalpaamruthaa (berisi madu, Semecarpus anacardium, dan Emblica officinalis), diuji kemampuannya dalam menghambat kanker payudara pada tikus yang diinisiasi dengan sel kanker paudara. Hewan uji yang telah diberi ramuan Kalpaamruthaa diamati kadar peroksida lemak dan antioksidannya dari sampel darah dan organ vital, seperti hati, ginjal, dan jaringan payudara. Pada keadaan kanker, terjadi peningkatan peroksida lemak, sementara antioksidannya menurun.
Dengan pemberian Kalpaamruthaa yang mengandung madu, diperoleh hasil adanya penurunan kadar peroksida lemak dan peningkatan kadar antioksida. Dengan demikian, menurut Veena (2007) dimungkinkan madu dan bahan lainnya dalam Kalpaamruthaa mampu menjadi pelindung terhadap terjadinya kanker payudara.
3. GANGGUAN SALURAN PENCERNAAN
Penelitian yang dilakukan Salem (1985) dengan memberikan madu 30 ml sebelum makan sebanyak tiga kali sehari pada penderita gastritis, duodenitis, dan ulkus duodenum. Dua pertiga pasien mengalami perbaikan dari penyakitnya setelah pemberian madu secara oral tersebut. Kadar hemoglobin (Hb) pasien juga meningkat.
4. DEHIDRASI
Jika selama ini yang kita kenal adalah oralit formula WHO menggunakan glukosa sebagai sumber karbohidrat, Haffeje dan Moosa (1985) mencoba mengganti sumber karbohidrat dalam oralit dengan madu. Bahan lainnya sama persis dengan formula WHO, yakni natrium, kalium, dan klorida, ditambah madu diberikan kepada 169 pasien anak usia 8 hari-11 tahun penderita diare.
Masa penyembuhan dari dehidrasi terbukti lebih cepat dengan formula madu, yakni 58 jam, sementara yang diberi formula WHO butuh waktu 93 jam.
5. PENDARAHAN
Pengaruh madu terhadap parameter hematologi dan biokimiawi tubuh setelah perdarahan/bleeding juga tak luput dari pengamatan para ahli. Tikus Sprague-Dawly digunakan sebagai subjek penelitian yang diberi perlakuan 50% diet berisi madu dibandingkan dengan 50% dextrose.
Delapan hari setelah bleeding, tikus diberi diet yang dibandingkan. Pemberian diet madu 50% mampu menurunkan kadar gula darah, Enzim Aspartat Aminotransferase (AST), Alanin Aminotransferase (ALT) dan Triasilgliserol, sel darah putih, serta menaikkan kadar Hemoglobin (Hb), dan serum albumin. Parameter-parameter ini menunjukkan adanya kemampuan madu sebagai diet dalam penanganan perdarahan (Al-Waili, dkk., 2006).
6. GANGGUAN HATI
Untuk melihat kemampuan madu sebagai hepato protektif/pelindung hati, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan karbon tetraclorida (CCl). CCl mengakibatkan adanya kerusakan di sel-sel hati sehingga tampak pada parameter AST dan ALT. AST dan ALT akan naik secara tajam setelah perlakuan CCl.
Dengan pemberian madu pada tikus setelah pemberian CCl, diperoleh hasil bahwa madu mampu menurunkan kadar AST dan ALT secara bermakna (Al-Waili, dkk., 2006). Tampak bahwa madu mempunyai kemampuan menjadi pelindung hepar.
7. AIDS
Pasien AIDS berusia 40 tahun, diberi madu sebanyak 80 gram selama 21 hari. Setelah diberikan selama 21 hari, dilakukan pemeriksaan fungsi biokimiawi dan hematologi pasien AIDS tersebut untuk melihat pengaruh madu.
Ditemukan adanya penurunan kadar prostaglandinnitritoksida, jumlah limfosit, jumlah platelet, kadar protein serum, kadar albumin, kadar tembaga dalam darah.
Tampaknya madu mampu meningkatkan keadaan biokimiawi hematologi pasien AIDS (Al-Waili, dkk., 2006).
8. LAIN-LAIN
Adapun khasiat lainnya yang bisa kita peroleh dari Madu diantaranya; mengobati batuk atau filek, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai masker penghilang jerawat dan flek hitam, mengatasi bibir pecah, menjaga kebugaran tubuh, mengobati panas dalam, menyembuhkan masuk angin, demam, menghaluskan kulit, alergi, diabetes, janin yang lemah dalam kandungan (rahim), menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi, membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan, meningkatkan nafsu makan, mengobati penyakit maag, sakit kembung, kelelahan, berat badan, mencegah penuaan, dan masih banyak lagi khasiat dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Beberapa Pendapat dan Hasil Penelitian Lainnya Tentang Madu 

Hipocrates (Ahli Fisika): ” Menggunakan madu murni untuk pengobatan radang tenggorokan dan sariawan. Ia minum madu hingga di penghujung usianya, 107 tahun.”

Avicena(Ibnu Sina): “ Jika ingin awet muda, segar & bugar walau usia tua, minumlah madu secara rutin “

Dioscorides: madu murni sangat mujarab bagi penyakit usus dan infeksi.

Atlet Romawi dan Yunani kuno minum madu sebelum dan sesudah bertanding untuk meningkatkan stamina dan memelihara kesehatanya.

Phytagoras (Bapak Ilmu Pasti): ” Menyatakan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena dapat mcncapai umur 90 tahun berkat selalu minum madu. “

Hasil riset Pensylvania State University : Madu terbukti efektif menyembuhkan batuk pada anak-anak dan membantu mereka tidur nyenyak. Lebih baik dari obat batuk yang mengandung dextromethorpan.

Majalah Pharmacorles (2001) : Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu dengan konsentrasi 20% mampu melemahkan baktery philory, bakteri penyebab infeksi lambung.

Dr. Nada Orsolic dari University of Zagreb – Croatia : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa madu & royal jelly dapat menghentikan perkembangan & penyebaran tumor.

National Honey Board (2005) : Madu kaya akan anti oxidant.

Rumah Sakit Anak, Bonn – Jerman : luka lebih cepat sembuh diterapi dengan madu dibanding dengan yodium, antibiotik dan salep.

Prof. Nicolai Vasilleivich Tsitsin – Rusia : melakukan penelitian pada warga Rusia usia 100 tahun keatas. Lebih dari 200 responden yang diteliti ternyata semuanya minum madu & memelihara lebah.

Prof Amoln dalam majalah Dentgen : madu berperan penting dalam pengobatan penyakit gusi, sariawan dan gangguan mulut lainnya.

Dr. FG. Winarno : madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti, sehingga selalu membutuhkan glukosa untuk mengganti energy yang hilang.

Buku pertama tentang madu dalam bahasa Inggris ditulis oleh Dr. John Hill pada tahun 1759 dengan judul: “ The Virtues of Honey in Preventing many of the worst Disorders and the Certain Cure of Several others..”. Ia mengatakan : “ Kecilnya penghargaan orang terhadap kekayaan nilai medis madu adalah pengabaian yang umum terjadi……..atas berbagai alasan kita mencari obat ke berbagai ujung dunia, melalui cara yang sulit & keras guna penyembuhan beberapa penyakit. Sebenarnya kita tidak perlu mengalami kesulitan itu, sekiranya kita mau memanfaatkan apa yang Lebah kumpulkan di depan pintu kita “

Para peneliti dari Puslitbang Bogor mengungkapkan : anak-anak yang mengkonsumsi madu setiap hari lebih jarang terserang demam & pilek, serta meningkatkan nafsu makannya. Hal ini disebabkan madu merupakan makanan yang mengandung aneka gizi seperti asam amino, karbohidrat, vitamin (B, C & E), mineral ( Kalium, natrium, zat besi dll) dan terkandung senyawa yang bersifat membunuh bakteri.

Dr. Muhammad Salim Khan M.D (M.A.), D.O. lahir dibarat laut wilayah perbatasan Pakistan, memiliki otoritas International Islaamic obat dan pengobatan alternatif. Dia adalah pendiri-direktur dari institut Mohsin – Leicester, sebuah organisasi yang ditunjuk untuk latihan, pengajaran dan penelitian tentang pengobatan alternatif. Dia mengatakan bahwa ; ” madu adalah alami, pra makanan yang dicerna bila diberikan dapat segera berasimilasi ke dalam aliran darah anak-anak yang menyediakan sejumlah vitamin, mineral dan energi. Madu ini sangatlah aman sehingga dapat digunakan dari saat kelahiran sampai seterusnya untuk bayi yaitu sebagai makanan dan obat-obatan. Ada ratusan penelitian di seluruh dunia menegaskan manfaat madu sebagai makanan dan obat-obatan untuk bayi dan anak-anak.”

Dr. Milton yang melakukan penelitian mengatakan bahwa: “setengah sendok makan madu yang diambil dalam satu gelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalitas tubuh dalam seminggu.”

Penelitian di Universitas Copenhagen, ditemukan bahwa : ketika para dokter memperlakukan pasien dengan campuran satu sendok madu dan setengah sendok teh bubuk kayu manis sebelum sarapan, mereka menemukan bahwa dalam satu minggu dari 200 orang hanya 73 pasien yang benar-benar terhindar dari rasa sakit dan selama satu bulan sebagian besar semua pasien yang tidak dapat berjalan atau bergerak karena arthritis sekarang mulai dapat berjalan tanpa rasa sakit.

Dr. Dixon dalam majalah Dis Lancet Infect pada bulan Februari 2003, “menegaskan adanya kekuatan besar dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri dimana bakteri-bakteri tersebut tidak mampu bertahan hidup dalam madu. Dianjurkan untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka termasuk luka bakar.”

Prof. Amoln dalam majalah Dentgen di bulan Desember 2001, menegaskan bahwa madu bias mempunyai peranan penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan serta berbagai gangguan mulut lainnya, hal ini disebabkan madu memiliki spesifikasi anti-bakteri.

Dr. Jennifer Eddy dari Fakultas Kedokteran Universitas Wisconsin : “menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan ditempat yang luka. Dia juga menekankan keharusan mendahulukan pengobatan dengan madu karena ini bukan perkara mudah.
Back to top